AKREDITASI SEKOLAH TINGKAT SMP /MTS

Tepat seminggu yang lalu MTs Baabussalaam, tempatku bertugas, mendapat giliran dinilai oleh tim Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) tingkat SMP/MTs  Kota Bandung.

Alhamdulillaahh.. selesai sudah penilaian sekolah.. Berakhirlah ketegangan kami semua.. Bagaimana hasilnya tinggal kami serahkan kepada Illahi Rabb Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui segalanya.

Sungguh hari-hari panjang nan melelahkan bagi kami semua, terutama bagiku, yang selama dua tahun terakhir ini menjadi pemalas dalam mengerjakan administrasi, baik administrasi mengajar (sebagai guru mata pelajaran) maupun administrasi sebagai wali kelas.  Jujur saja, selama dua tahun belakangan saya menjadi malas sekali mengerjakan administrasi tersebut, jangankan kepikiran untuk merapikannya, mengerjakannya pun kadang-kadang. Seperti penilaian setiap minggu, dulu setiap minggu pasti aku memberikan penilaian baik dalam angka maupun kriteria bagi setiap muridku. Pada akhir triwulan nilai tersebut aku hitung rata-ratanya ditambah nilai UTS, dirata-ratakan kembali, sehingga pada akhir semester tinggal sedikit data yang harus kuhitung. Setiap akan melakukan pertemuan kususun RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) hingga Lembar kerja siswa kusiapkan. RPP tersebut kutulis dengan rapi, kadang kuketik dan kuprint.

Hahahaha…itu dulu 2-3 tahun yang lalu. Setelah itu, …Setiap akan masuk kelas RPP hanya kurancang di kertas selembar, yang kadang kubuang setelah selesai mengajar. Silabus+Promes+Protah+KKM+Pemetaan sih selalu kusiapkan di awal tahun ajaran. Setiap akhir UTS dan UKK akupun selalu membuat analisis soal (yang ini tak pernah kulewatkan)

Akibatnya, ketika kami diberitahu akan ada penilaian sekolah atau akreditasi, aku pun kelabakan menyiapkan RPP (waduh… asli deh ternyata memang aku belum pantas menjadi seorang guru yang profesional) Mulailah aku kelimpungan sendiri, bongkar file sana -sini mencari sisa-sisa RPP yang pernah kusiapkan tahun-tahun sebelumnya.  Setiap detik kuanggap sangat berharga, untuk menyusun kembali RPP (yang dulu hanya ditulis di atas secarik kertas). Untungnya, aku selalu menyimpan beberapa lembar kertas ulangan murid-muridku, baik ulangan harian, UTS, UAS, UKK, bahkan lembar jawab TO hasil murid-muridku tahun lalu pun masih aku simpan. Akupun menyimpan beberapa hasil kerja kelompok anak-anak. Ternyata kertas-kertas itu (orang lain boleh mengatakan sampah) sangat diperlukan sebagai bahan bukti fisik dalam beberapa Standar untuk prasyarat Akreditasi Sekolah.

Ternyata, tugasku tak hanya itu, tak hanya sebagai guru mapel. Masih banyak yang lainnya yang harus kusiapkan.

Kepala Madrasah (sekolah) memintaku untuk menyusun Dokumen I KTSP dibantu oleh beberapa rekan guru. Saat itu kupikir itu mudah, karena kami  tinggal mengedit dokumen I tahun sebelumnya dan kami pun mendapat bantuan masukan dari pengawas, Bpk. Cucu Suhana. Ternyata oh ..ternyata..  Yang semula kukira hanya sedikit materi yang perlu diedit, ternyata masih banyak sekali data yang belum kumasukkan dalam Dokumen I tahun sebelumnya, yang berarti harus dimasukkan dalam Dokumen I tahun ini, terutama dalam Bab II dan Bab III.

Tak hanya berkonsultasi dengan pengawas, aku pun berkonsultasi dengan pejabat di Mapenda Kementerian Agama Kota Bandung. Kudapatkan informasi baru : dokumen II harus disiapkan dengan susunan yang berbeda. Dokumen II terdiri dari berbagai dokumen: dokumen silabus, protah, promes dari rumpun PAI disatukan/ dijadikan 1 jilid, rumpun kebahasaan dijilid jadi satu pula, rumpun mata pelajaran umum lainnya disatukan dalam jilid terpisah; dokumen RPP pun dipisah-pisah/dijild dengan cara yang sama.

Sebagai tenaga pendidik di MTs Baabussalaam, akupun mendapat tugas sebagai wali kelas. Nah ini tantangan lain lagi..hehehe

Sebelumnya, tak satupun dari kami para wali kelas di sekolah itu yang mengerti bahwa menjadi wali kelas pun harus memiliki administrasi tersendiri. Ternyata, sewaktu proses  penyusunan Dokumen I KTSP tahun pelajaran 2011-2012, pihak sekolah induk menginformasikan perlu adanya administrasi wali kelas, begitu pula informasi yang kami dapat dari pengawas sekolah kami saat ini, Bpk. Cucu Suhana, M. MPd.

Wah.. administrasi wali kelas???? Apa saja ya?

Berikut adalah informasi yang kami peroleh dari Bapak Pengawas:

  • Papan absen siswa
  • Denah duduk siswa
  • Daftar pelajaran kelas
  • Daftar piket kelas
  • Buku absen siswa
  • Catatan khusus siswa
  • Data nilai siswa setiap bulan dan leger
  • Struktur Organisasi Kelas
  • Catatan kunjungan ke tempat tinggal siswa
  • Catatan kunjungan orang tua siswa
  • Catatan pengambilan dan pengembalian raport
  • Catatan rapat dengan wali murid ditandatangani orang tua siswa
  • Rekapitulasi kehadiran siswa setiap bulan
  • Uraian keluhan /problema siswa dalam belajar di sekolah ditandatangani orang tua dan siswa ybs.
Begitu banyak?? Dengan tekad yang kuat setiap wali kelas berusaha mengerjakan dan menyelesaikan semua administrasi tersebut dengan sempurna.
Sungguh suatu perjuangan bagiku. Aku harus menyelesaikan semua dokumen tersebut (sebagai guru mapel, sebagai pemegang dokumen I, sebagai wali kelas dan sebagai penanggung jawab Standar Isi dalam Penilaian Akreditasi) dalam waktu hanya 3 bulan.
Benar-benar stress aku dibuatnya…. kadang ingin menangis tapi aku sadar aku tak boleh mengeluh, ini adalah sebuah pembelajaran, ya pembelajaran menangani administrasi sekolah, suatu pengalaman yang sangat berharga bagiku. Jujur saja, selama 14 tahun aku menjadi pendidik di sekolah formal, tak pernah aku menjalani proses akreditasi, karenanya aku sama sekali tak punya bayangan pengalaman sedikitpun tentang akreditasi sekolah.
Akhirnya saat-saat akreditasi pun tiba.
Hari ke-1
Sebagai pemegang Standar Isi maka aku dan temanku otomatis menjadi saksi pertama, mempertanggungjawabkan semua hal yang ada di sekolah kami.
Dengan Bismillahirrahmaanirrahiimm.. kukuatkan segala daya ingat dan tenaga agar dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik tak ada data bukti yang terlewat ataupun salah jawab.
Berbagai pertanyaan diajukan oleh asesor. Kami berdua selalu memberikan jawaban yang jelas, tak pernah ada kata “Tidak tahu”
Akhirnya asesorpun merasa cukup dengan kami, giliran pemegang Standar Proses yang mempertanggungjawabkan bagiannya. Sementara aku dan temanku tetap saja belum dapat tenang, karena kewajiban kami adalah membantu semua pemegang / penanggung jawab semua Standar dalam menghadapi pertanyaan dari para asesor.
Hari ke-2:
Hari ini jadwal asesor adalah melihat situasi sekolah kami dengan cermat. Mereka memasuki setiap ruang, mengajukan pertanyaan pada guru-guru tentang ruangan-ruangan tersebut secara detail. Bahkan mereka pun masuk ke kelas untuk melihat PBM yang sedang berlangsung tanpa memberitahukan sebelumnya kepada guru yang sedang mengajar.
Tak terasa semua sudah selesai diamati, diperiksa oleh asesor.
Acara akreditasi pun ditutup kembali dengan doa dan oya.. temanku guru Bahasa Indonesia membacakan puisi singkat, membuat kami tersadar bahwa proses akreditasi telah USAI.
Selamat kawan-kawan..!! Semoga apa yang selama 3 bulan ini kita persiapkan benar-benar memberikan hasil terbaik bagi kita semua.
Now, enjoy your vacation. Have a good time with your families, buddies!
Ada hal yang ingin kusampaikan, yang belum sempat kuucapkan sewaktu merayakan berakhirnya akreditasi:
Nothing else I can do
But say, please, forgive me, too. 
*Oya, lain kali akan kutuliskan dokumen/bukti fisik apa saja yang diperlukan oleh ke 8 standar dalam Akreditasi sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: