Belajar ngeblog lagi

Hari ini,

Minggu 10 Agustus, 2014, bertemu kembali dengan Om Jay dan Pak Dedi Dwitagama di SMK Bahagia.

Event ini diselenggarakan oleh relawan TIK Kota Bandung, disponsori 3perussahaan, satu di antaranya : Telkom.

Oya,Ketua Relawan TIK Jabar pun hadir (rasanya saya pernah dikenalin ke beliau oleh Bu Nina KH dari STT Telkom)

Pembicara pertama:Dedi Dwitagama. Judulnya Guru Inspiratif.

Siapa guru hebat? Adalah guru yang bisa hidup bersama dengan siapapun, menghargai kemampuan dan keterbatasan orang lain, dan tetap produktif,rela /ikhlas berbagi dengan sesama.

 

matanya masih terpejam….mudah-mudahan segera terbuka sehingga dapat melihat sekelilingnya dengan lebih tajam, lebih teliti, dan lebih waspada

(opiniku tentang pembuat keputusan penentuan kelulusan sekolah di Indonesia sejak tahun 2001 hingga saat ini)

Find Out By Yourself

Hari ini, di kelas VIII.

Anak-anak duduk dalam kelompok. Setiap kelompok mendapat satu tema bahasan yang sama tetapi bahan yang berbeda. Temanya: report text, bercerita tentang binatang.

Diawali dengan guessing game:

I hold a picture. Do you know what it shows?

Hampir semua anak berebutan menebak, sebelum akhirnya saya sebutkan beberapa orang yang jawabannya hampir tepat: Yes, it’s an animal. A rhino.

Next question: If you see the animal or the picture of it and don’t know anything about it, what will you do? I will ask people about it. What would you like to know? What will you ask about? 

Kemudian siswa pun membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan: Where does it live? What does it eat? How does it look like? How does it move? How does it breathe? How does it breed?

Setelah semua pertanyaan terdaftar, mereka pun kuminta bertanya pada orang-orang (siapapun) untuk mendapatkan jawaban. Dan, merekapun kemudian melakukan wawancara dengan beberapa guru lain bahkan dengan petugas keamanan dan penjaga sekolah kami. 

Setelah selesai, mereka berusaha menyusun kembali data yang sudah terkumpul menjadi sebuah teks terpadu. 

Esok hari, kami akan lanjutkan membahas topik yang sama dengan cara berbeda.

Just wait and see!

 

Jadwal hari ini:

Pagi hari

Berkunjung k tempat serba putih dan biru (mostly white)

dipenuhi berbagai ukuran: lanjut usia, tua, dewasa muda, remaja, anak-anak hingga bayi pun ada.

mudah2an lancar

siang bila memungkinkan

ada di suatu tempat

penuh dengan berbagai barang menarik

menyenangkan tetapi melelahkan

memboroskan uang saja

hehehe.. kebutuhan menuntut

Hidup

Aku menggeliat

Berusaha keluar lepas dari kungkungan ini

Akhirnya… ku berhasil…

Ku lihat sekelilingku…

Mereka tampak tegak berdiri

Kokoh, tinggi, tegap..

Kurasakan betapa kerdilnya diriku

Tapi ku menghibur diri

“Aku kan baru tumbuh”

Hari berganti

Setiap detik kutatap perubahan diriku

Cabang-cabangku tumbuh di sana sini

Hijaunya daun-daunku meneduhkan suasana

Aku senang aku bersyukur

Ternyata aku pun bisa seperti mereka.

Hari berganti

Kuperhatikan perubahan pada diriku

Ada yang mengganjal terasa lain

Mengapa aku berbeda dari mereka

Mengapa diriku tak tegap

Mengapa aku lemah

Mengapa diriku tak setinggi mereka

Tumbuh…

Tumbuhlah terus

Harapan itu selalu menguatkanku

Aku yakin aku bisa seperti mereka

Tuhan… tumbuhkan aku seperti mereka

Tangan-tanganku menjulur ke sana kemari

Mencari, meraih yang bermanfaat

Bagi pertumbuhanku

Bagi hidupku

Hari berganti

Kuperhatikan perubahan pada diriku

Rasa lain ini terus mengendap

Semakin nyata

Perbedaan antara aku dan mereka

Ku tak peduli

Hari berganti

Daunku hijau tapi tak sehijau mereka

Daunku mudah layu

Bahkan aku pun tak mampu lebih tinggi lagi

Batangku mulai berubah

Kerut, semakin kerut,

Kecil, semakin kecil….

Hidup….

Kusadari hidupku akan segera berakhir

Tetap ku berjuang

Hidupku ingin lebih lama

Aku berusaha terus memberikan manfaat bagi yang lain

Aku berusaha agar aku

Berakhir dalam keadaan baik

Hari itu datang

Kusambut dengan senyum

Ikhlas

what friends are for?

ternyata sungguh sulit kurasa. Sampai detik ini, setelah sekian lama aku bekerja, tak ada teman yang bisa kusebut benar2 teman.

Pernah ada beberapa orang yang kuanggap bisa menjadi sahabat dalam dunia kerja. Nyatanya, mereka hanya memerlukanku di saat mereka tak bisa lagi mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Ternyata, mereka tak seide dengan ku. Ternyata, mereka tak bisa membedakan mana hal yang wajib dan mana yang hak, mereka tak bisa menerimaku di saat aku memerlukan bantuan mereka. Selain itu , mereka hanya memerlukanku dalam segi finansial (isi perut, kantong dan sejenisnya)

Teman yang benar2 teman bagiku hanyalah teman2 ku di saat aku masih sekolah (smp-sma dan kuliah) dan beberapa teman di organisasi yang kuikuti saat ini.

sepenggalan

hari kamis, Oct 20, 2011

aku senaanng banget, melihat anak didikku yang sakit itu bisa ikut tersenyum bahkan sedikit tertawa berulang kali. Hal itu menunjukkan reaksi positifnya terhadap situasi yang kuciptakan di kelas. Reaksi positif bahwa dia pun bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Alhamdulillahirabbil alamiiin.

Selama ini aku mengkhawatirkan kemampuannya belajar bahasa Inggris denganku.

Mudah-mudahan di pertemuan berikutnya, dia pun bisa menunjukkan reaksi positif yang lebih banyak lagi.

AKREDITASI SEKOLAH TINGKAT SMP /MTS

Tepat seminggu yang lalu MTs Baabussalaam, tempatku bertugas, mendapat giliran dinilai oleh tim Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) tingkat SMP/MTs  Kota Bandung.

Alhamdulillaahh.. selesai sudah penilaian sekolah.. Berakhirlah ketegangan kami semua.. Bagaimana hasilnya tinggal kami serahkan kepada Illahi Rabb Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui segalanya.

Sungguh hari-hari panjang nan melelahkan bagi kami semua, terutama bagiku, yang selama dua tahun terakhir ini menjadi pemalas dalam mengerjakan administrasi, baik administrasi mengajar (sebagai guru mata pelajaran) maupun administrasi sebagai wali kelas.  Jujur saja, selama dua tahun belakangan saya menjadi malas sekali mengerjakan administrasi tersebut, jangankan kepikiran untuk merapikannya, mengerjakannya pun kadang-kadang. Seperti penilaian setiap minggu, dulu setiap minggu pasti aku memberikan penilaian baik dalam angka maupun kriteria bagi setiap muridku. Pada akhir triwulan nilai tersebut aku hitung rata-ratanya ditambah nilai UTS, dirata-ratakan kembali, sehingga pada akhir semester tinggal sedikit data yang harus kuhitung. Setiap akan melakukan pertemuan kususun RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) hingga Lembar kerja siswa kusiapkan. RPP tersebut kutulis dengan rapi, kadang kuketik dan kuprint.

Hahahaha…itu dulu 2-3 tahun yang lalu. Setelah itu, …Setiap akan masuk kelas RPP hanya kurancang di kertas selembar, yang kadang kubuang setelah selesai mengajar. Silabus+Promes+Protah+KKM+Pemetaan sih selalu kusiapkan di awal tahun ajaran. Setiap akhir UTS dan UKK akupun selalu membuat analisis soal (yang ini tak pernah kulewatkan)

Akibatnya, ketika kami diberitahu akan ada penilaian sekolah atau akreditasi, aku pun kelabakan menyiapkan RPP (waduh… asli deh ternyata memang aku belum pantas menjadi seorang guru yang profesional) Mulailah aku kelimpungan sendiri, bongkar file sana -sini mencari sisa-sisa RPP yang pernah kusiapkan tahun-tahun sebelumnya.  Setiap detik kuanggap sangat berharga, untuk menyusun kembali RPP (yang dulu hanya ditulis di atas secarik kertas). Untungnya, aku selalu menyimpan beberapa lembar kertas ulangan murid-muridku, baik ulangan harian, UTS, UAS, UKK, bahkan lembar jawab TO hasil murid-muridku tahun lalu pun masih aku simpan. Akupun menyimpan beberapa hasil kerja kelompok anak-anak. Ternyata kertas-kertas itu (orang lain boleh mengatakan sampah) sangat diperlukan sebagai bahan bukti fisik dalam beberapa Standar untuk prasyarat Akreditasi Sekolah.

Ternyata, tugasku tak hanya itu, tak hanya sebagai guru mapel. Masih banyak yang lainnya yang harus kusiapkan.

Kepala Madrasah (sekolah) memintaku untuk menyusun Dokumen I KTSP dibantu oleh beberapa rekan guru. Saat itu kupikir itu mudah, karena kami  tinggal mengedit dokumen I tahun sebelumnya dan kami pun mendapat bantuan masukan dari pengawas, Bpk. Cucu Suhana. Ternyata oh ..ternyata..  Yang semula kukira hanya sedikit materi yang perlu diedit, ternyata masih banyak sekali data yang belum kumasukkan dalam Dokumen I tahun sebelumnya, yang berarti harus dimasukkan dalam Dokumen I tahun ini, terutama dalam Bab II dan Bab III.

Tak hanya berkonsultasi dengan pengawas, aku pun berkonsultasi dengan pejabat di Mapenda Kementerian Agama Kota Bandung. Kudapatkan informasi baru : dokumen II harus disiapkan dengan susunan yang berbeda. Dokumen II terdiri dari berbagai dokumen: dokumen silabus, protah, promes dari rumpun PAI disatukan/ dijadikan 1 jilid, rumpun kebahasaan dijilid jadi satu pula, rumpun mata pelajaran umum lainnya disatukan dalam jilid terpisah; dokumen RPP pun dipisah-pisah/dijild dengan cara yang sama.

Sebagai tenaga pendidik di MTs Baabussalaam, akupun mendapat tugas sebagai wali kelas. Nah ini tantangan lain lagi..hehehe

Sebelumnya, tak satupun dari kami para wali kelas di sekolah itu yang mengerti bahwa menjadi wali kelas pun harus memiliki administrasi tersendiri. Ternyata, sewaktu proses  penyusunan Dokumen I KTSP tahun pelajaran 2011-2012, pihak sekolah induk menginformasikan perlu adanya administrasi wali kelas, begitu pula informasi yang kami dapat dari pengawas sekolah kami saat ini, Bpk. Cucu Suhana, M. MPd.

Wah.. administrasi wali kelas???? Apa saja ya?

Berikut adalah informasi yang kami peroleh dari Bapak Pengawas:

  • Papan absen siswa
  • Denah duduk siswa
  • Daftar pelajaran kelas
  • Daftar piket kelas
  • Buku absen siswa
  • Catatan khusus siswa
  • Data nilai siswa setiap bulan dan leger
  • Struktur Organisasi Kelas
  • Catatan kunjungan ke tempat tinggal siswa
  • Catatan kunjungan orang tua siswa
  • Catatan pengambilan dan pengembalian raport
  • Catatan rapat dengan wali murid ditandatangani orang tua siswa
  • Rekapitulasi kehadiran siswa setiap bulan
  • Uraian keluhan /problema siswa dalam belajar di sekolah ditandatangani orang tua dan siswa ybs.
Begitu banyak?? Dengan tekad yang kuat setiap wali kelas berusaha mengerjakan dan menyelesaikan semua administrasi tersebut dengan sempurna.
Sungguh suatu perjuangan bagiku. Aku harus menyelesaikan semua dokumen tersebut (sebagai guru mapel, sebagai pemegang dokumen I, sebagai wali kelas dan sebagai penanggung jawab Standar Isi dalam Penilaian Akreditasi) dalam waktu hanya 3 bulan.
Benar-benar stress aku dibuatnya…. kadang ingin menangis tapi aku sadar aku tak boleh mengeluh, ini adalah sebuah pembelajaran, ya pembelajaran menangani administrasi sekolah, suatu pengalaman yang sangat berharga bagiku. Jujur saja, selama 14 tahun aku menjadi pendidik di sekolah formal, tak pernah aku menjalani proses akreditasi, karenanya aku sama sekali tak punya bayangan pengalaman sedikitpun tentang akreditasi sekolah.
Akhirnya saat-saat akreditasi pun tiba.
Hari ke-1
Sebagai pemegang Standar Isi maka aku dan temanku otomatis menjadi saksi pertama, mempertanggungjawabkan semua hal yang ada di sekolah kami.
Dengan Bismillahirrahmaanirrahiimm.. kukuatkan segala daya ingat dan tenaga agar dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik tak ada data bukti yang terlewat ataupun salah jawab.
Berbagai pertanyaan diajukan oleh asesor. Kami berdua selalu memberikan jawaban yang jelas, tak pernah ada kata “Tidak tahu”
Akhirnya asesorpun merasa cukup dengan kami, giliran pemegang Standar Proses yang mempertanggungjawabkan bagiannya. Sementara aku dan temanku tetap saja belum dapat tenang, karena kewajiban kami adalah membantu semua pemegang / penanggung jawab semua Standar dalam menghadapi pertanyaan dari para asesor.
Hari ke-2:
Hari ini jadwal asesor adalah melihat situasi sekolah kami dengan cermat. Mereka memasuki setiap ruang, mengajukan pertanyaan pada guru-guru tentang ruangan-ruangan tersebut secara detail. Bahkan mereka pun masuk ke kelas untuk melihat PBM yang sedang berlangsung tanpa memberitahukan sebelumnya kepada guru yang sedang mengajar.
Tak terasa semua sudah selesai diamati, diperiksa oleh asesor.
Acara akreditasi pun ditutup kembali dengan doa dan oya.. temanku guru Bahasa Indonesia membacakan puisi singkat, membuat kami tersadar bahwa proses akreditasi telah USAI.
Selamat kawan-kawan..!! Semoga apa yang selama 3 bulan ini kita persiapkan benar-benar memberikan hasil terbaik bagi kita semua.
Now, enjoy your vacation. Have a good time with your families, buddies!
Ada hal yang ingin kusampaikan, yang belum sempat kuucapkan sewaktu merayakan berakhirnya akreditasi:
Nothing else I can do
But say, please, forgive me, too. 
*Oya, lain kali akan kutuliskan dokumen/bukti fisik apa saja yang diperlukan oleh ke 8 standar dalam Akreditasi sekolah.

Belajar CUEEEEKKKKK…….

Ternyata  memang susah untuk orang sepertiku bersikap cuek (tak peduli) pada orang lain, pada kegiatannya, pada kemampuannya, pada cara kerjanya dan pada hasil kerjanya.

Hari ini, sekali lagi aku mendapatkan pengalaman berharga sekaligus menjadi pembelajaran buatku.

suatu hal tak terduga, niat baik seorang kawan ternyata menyebabkan dia sendiri melakukan kesalahan/ pekerjaan yang kurang baik. Namun, sayangnya, ketika dia dikritik dia tak mau menerima kritikan bahkan berbalik mengatakan tak usah pedulikan apa yang saya lakukan.

Niat mengkritik pun ada baiknya: supaya dia belajar melakukan hal yang baik, mengubah kebiasaannya tersebut (karena dia sudah berkali-kali melakukan hal yang sama dan sudah sering dikritik); supaya dia mengubah hasil kerjanya dan menjaga nilai sekolah tetap baik bahkan menjadi lebih baik.

memang deh aku ini… paling ga bisa diam.. melihat hasil kerja yang kurang baik (tak perlu sempurna) jangankan hasil orang lain hasil sendiripun selalu aku usahakan jadi yang baik.  Karenanya, hasil kerjaku hampir selalu paling akhir selesai.

aku lupa , kalau orang-orang di sekitarku adalah para pendidik yang sudah profesional yang tak boleh dibilang hasil kerjanya kurang baik (kecuali oleh para asesor). Sedangkan aku bukan pendidik yang profesional (karena belum mendapatkan status tersebut (di atas kertas… hehehe.. )

tapi, kenapa aku yang belum profesional disuruh menjadi penanggung jawab atas hasil kerja semua yang sudah profesional (nota bene aku yg harus memeriksa hasil kerja mereka sebelum diperiksa oleh asesor)?

Kan jadi rumit begini… negur salah, ga ditegur, aku salah juga.

LIBUR DI AWAL RAMADHAN

Hari pertama shaum di bulan suci ramadhan.

Sebagai seorang pegawai yang bekerja di sekolah formal, maka, seperti biasa , seperti tahun-tahun yang lalu aku mendapatkan libur di awal Ramadhan. Ada seorang rekan di milis yang menyampaikan uneg-unge, misuh-misuh, mengatakan sekolah mengajarkan murid untuk malas karena memberikan terlalu banyak libur selama bulan suci Ramadhan dan itu berarti tidak melatih siswa menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, dimana tak dikenal libur awal puasa, pesantren kilat dan libur menjelang serta sesudah Idul Fitri. .

Ada benarnya juga dia mengatakan, kami memberikan banyak sekali libur di bulan suci Ramadhan. Hal ini bukan berarti kami mengajarkan kemalasan, kami tetap menuntut siswa belajar di rumah, karena nantinya tak lama setelah lebaran Idul Fitri kami akan  memberikan ulangan tengah semester, dan kami memberikan tugas mandiri yang harus diselesaikan murid dan diserahkan pada saat masuk setelah libur Idul Fitri. Inilah yang menjadi tantangan bagi siswa-siswi kami. Sementara mereka berharap dalam libur mereka bisa terbebas dari kewajiban mengingat materi pelajaran ternyata malah diwajibkan membuat tugas mandiri.

Mungkin ada orang tua atau orang-orang lain yang mengatakan selama libur siswa tidak boleh dibebani dengan tugas mandiri. Biarkan mereka mengistirahatkan benak mereka dari kejenuhan belajar.  Namun tugas yang kami berikan tidak benar-benar merupakan pembelajaran materi yang telah atau akan dipelajari setelah liburan. Tugas yang kami berikan biasanya merupakan bentuk laporan tentang kegiatan selama libur lebaran.

Sebagai guru bahasa Inggris, saya meminta mereka menyusun karangan pendek saja tentnag kegiatan mereka satu hari menjelang lebaran idul Fitri. Mereka harus menceritakan misalnya, berapa banyak ketupat yang mereka buat, untuk berapa orang sehingga kira-kira satu orang akan mendapat berapa ketupat. Atau, bila mereka bepergian pada hari itu, berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk transport, berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk melakukan kegiatan tersebut, bila mereka berjalan kaki hitunglah berapa langkah yang mereka lakukan, buatlah denah perjalanan mereka. Setiap kata yang mereka tuliskan harus dalam Bahasa Inggris.  Jumlah kata yang harus dipakai dalam laporan tersebut minimal sebanyak 150.

Mungkin saja ada siswa yang mengelak, menolak melakukan tugas tersebut, namun saya sudah siap dengan tugas pengganti, yang tentu saja harus lebih berat daripada tugas utama. Mengapa lebih berat? mengapa tidak memberikan tugas yang sama bobotnya? Siswa yang menolak mengumpulkan tugas di hari pertama atau ke dua setelah libur Idul Fitri berarti mereka tidak mau berusaha. Saya tidak menekankan penilaian pada isi dari laporan tersebut, grammar maupun kosa kata yang mereka gunakan. Yang paling penting bagi saya adalah kemauan mereka untuk berusaha. Tugas tersebut tidak boleh ada yang serupa apalagi sama persis. 

Wah… jadi ga sabar nih, nunggu hasil kerja siswa selama libur Idul Fitri.

Mudah-mudahan semua siswaku mengerjakannya.

 

« Older entries