Kekuatan Doa Bersama

Kekuatan Doa Bersama

Kejadiannya berawal kira-kira enam bulan yang lalu di dalam kelas.

Seperti biasa saya mengawali pelajaran dengan meminta salah seorang siswa memimpin berdoa bersama sebelum belajar.

Namun saat itu saya ingin melakukan sedikit perbedaan. Setelah kami membaca Shalawat dan Salam kepada Junjungan umat Muslim, Rasulullah SAW, Surat Al- Fatihah kemudian dilanjutkan dengan Doa Sebelum Belajar, saya tambahkan dengan berdoa untuk teman-teman, keluarga dan sanak saudara mereka.

Doa untuk teman-teman berisi permohonan kepada Allah SWT agar teman-teman mereka yang saat ini tidak masuk karena sakit segera sembuh. Juga untuk teman-teman yang tidak masuk hari ini karena malas segera diberi hidayah agar diberi semangat untuk kembali bersekolah belajar bersama.

Dalam doa untuk keluarga kami memohon agar Sang Khalik memberikan perlindungan jiwa dan raga serta rahmat-Nya kepada orang tua, saudara-saudara kandung serta handai taulan sehingga sepulang sekolah nanti kami dapat berkumpul lagi.

Selagi kami berdoa sebagian kecil siswa mulai berbisik-bisik dan tertawa cekikikan membuat sedikit suara berisik. Saya dan anak-anak lainnya tidak menghiraukannya. Lalu kami akhiri doa dengan doa Sapu Jagad, dan Amin yang panjaaang sekali.

Kegiatan berdoa ini saya lakukan terus menerus setiap awal pelajaran. Suasana di kala berdoa mulai berubah. Siswa yang semula membuat berisik saat doa belum berakhir mulai bersikap tenang, mau mengikuti pembacaan doa hingga selesai, dan mengakhiri doa dengan tertib. Terkadang kami pun menghentikan sejenak kegiatan belajar untuk mendoakan keluarga teman yang mendapat musibah hari itu.

Hasil dari berdoa ini secara perlahan namun pasti mulai terlihat. Satu demi satu murid-murid yang semula rajin membolos karena malas, mulai rajin bersekolah, duduk bersama dengan teman-temannya, memperhatikan pelajaran dengan lebih baik. Murid-murid yang sering sakit mulai menampakkan kemajuan dalam kesehatannya.

Murid-murid pun merasa betah berada di sekolah terutama di kelas masing-masing. Tali pertemanan dan persahabatan pun mulai terjalin kembali sehingga jarang muncul keinginan untuk saling mengejek dan berlaku kasar di antara mereka. Suasana di kelas menjadi ramai namun keutuhan pertemanan terasa solid.

Rekan-rekan guru juga merasakan perkembangan yang membaik ini.

Saya pun berharap semoga suasana ini berlangsung selamanya.

Dengan terjalinnya hubungan persahabatan yang baik di antara mereka akan terpiculah semangat untuk terus belajar bersama, untuk terus berbuat baik terhadap teman, saling menghargai satu sama lain serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia siapapun mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: