Sumber Belajar

Setiap manusia,siapapun, pasti mengalami proses pembelajaran di manapun dan kapan pun dia berada. Satu proses pembelajaran yang dilewati yaitu pada tahap bersekolah. 

Lalu bagaimana proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah? 

Dalam bersekolah (mengikuti model sekolah apapun termasuk homeschooling) selalu membutuhkan seorang guru. Keberhasilan anak didik sedikit banyak tergantung pada kepiawaian gurunya dalam mengolah berbagai sumber yang tersedia di lingkungan sekitarnya sebagai bahan pelajaran ataupun media belajar.

Sumber pembelajaran yang paling mudah diperoleh di lingkungan pendidikan formal adalah para guru dan orang-orang lain di sekitar sekolah. Sebagai contoh dalam pelajaran Bahasa Inggris.

Pelajaran bahasa Inggris di sekolah manapun sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dikuasai. apalagi bila bahan-bahan penunjangnya seperti buku text dan peralatan audiovisual tidak tersedia. Kamus pun hanya dimiliki olleh satu dua orang siswa saja. Ini merupakan tantangan bagi gurunya. Apa yang harus dilakukan? Bagaimana caranya supaya murid mau belajar dan bisa menguasai materi paling tidak 50% dari target?

Lihatlah ke sekiling. Pelajari lingkungan sekolah maupun masyarakat seputar kehidupan anak didik. Pasti ada sesuatu yang bisa kita jadikan sumber pembelajaran yang menantang, menarik bagi anak-anak. 

Ada beberapa contoh yang mungkin bisa diterapkan. Dalam pelajaran yang bertajuk pemahaman teks bentuk report, ada topik mengenai traveling. Pada pelajaran ini, yang dapat dijadikan sumber pembelajaran adalah para guru, kakak kelas, penjaga sekolah serta penjual makanan di seputar sekolah. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat report tentang suatu tempat wisata di Indonesia. Mereka wajib menginterview para guru, pedagang makanan, kakak-kakak kelas untuk mendapatkan data mengenai tempat wisata tersebut.

Karena obyek interview tidak menguasai bahasa Inggris maka interview pun dilakukan dalam Bahasa Indonesia, namun setiap kelompok harus memberikan laporan hasil interview dalam bahasa Inggris. Pada saat laporan hasil wawancara dipraktikkan, dalam praktik kompetensi berbicara, seorang siwa berperan sebagai nara sumber. (ada yang kreatif, berperan dengan menirukan nara sumber sesungguhnya: tukang bakso; ada pula yang bercerita dengan menggunakan alat peraga/ gambar yang dibuat sendiri).

Kebetulan di sekolah tempat saya mengajar , murid-murid saya berlatar belakang keluarga pedagang atau pembuat kerajinan. Ada yang menjadi penjual nasi goreng, serabi, nasi uduk, juga jajanan anak sekolah. Ada murid yang bekerja di pabrik kerupuk, ada orangtuanya menjadi pembuat tas, sepatu, kerupuk, tempe, dan bahan makanan lainnya. Wah.. komplit deh (sst …. ada juga yang berasal dari keluarga preman).

Pengetahuan guru tentang latar belakang siswa ini sangat membantu dalam proses pembelajaran di kelas. Sebagai contoh, dalam pembahasan materi bertema prosedur, dimana siswa dituntut untuk menyusun teks bentuk prosedur, yang menjadi sumber pembelajaran selain para guru juga para siswa itu sendiri.

Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Latar belakang anggota kelompok harus diperhatikan. Siswa-siswa yang dijadikan nara sumber membentuk kelompok sendiri. Kelompok nara sumber mendiskusikan cara memberikan pentujuk dalam bahasa Inggris, sedangkan kelompok lainnya mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. langkah selanjutnya setiap kelompok mendapat tugas menginterview temannya tentnag cara membuat sesuatu (sesuai tugas kelompok). Interview dilakukan langsungdi depan kelas, dan pada saat tujuan belajar adalah menulis maka setiap kelompok menyusun teks bentuk procedure (bahkan jika mungkin dilengkapi dengan gambar-gambar langkah produksi).

Hal-hal menarik yang diperoleh dengan cara ini adalah: 

1. Selain siswa, guru pun menambah pengetahuannya.

2. Siswa lebih antusias dalam mempraktikkan bahasa Inggris di kelas. 

3. Membangun rasa percaya diri siswa.

4. Membangun kekompakan dalam team work.

5. The last is, guru tidak perlu repot menyediakan berbagai alat peraga atau pun media pembelajaran, serta tidak perlu banyak bicara (relax for a while… :-)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: