Buang sampah pada tempatnya! Don’t litter

Hari ini aku jalan-jalan dengan keluargaku menikmati hari Minggu yang cerah. Kegiatan yang sudah lama aku tunggu, karena kami jarang sekali bisa menikmati hari Minggu dengan berjalan-jalan.

Sewaktu berangkat anakku membawa bekal minum di botol (teh dalam kemasan botol plastik). Baru setengah jam kami melakukan perjalanan dengan angkutan umum, minuman yang dibawanya sudah habis. Anakku kebingungan mencari tempat sampah di sepanjang jalan yang kami lewati. Kebetulan sewaktu turun dari angkutan umum kami berjalan kaki sekitar 100 meter.

Sikap anakku ini sangat membanggakan hatiku, ternyata didikanku untuk tidak membuang sampah bekas minum ataupun makanan /jajanan sekecil apapun di mana saja masih diingatnya dan dijalankannya. Dia menyimpan botol bekas minuman itu di tempat sampah yang pertama dia jumpai (tempat sampah ini benar-benar tong sampah, bukan tempat di mana ada onggokan sampah di pinggir jalan).

Ya! Buang sampah pada tempatnya! Do not litter! Apalagi di jalan raya! Apa sih susahnya? Memang kuakui pemerintah daerah masih kurang memfasilitasi kebersihan kota dengan menyediakan tong sampah sebanyak mungkin, juga para warga penduduk di tingkatan RT. Mereka jarang sekali mau menyediakan tong sampah / bak sampah di pinggir jalan depan rumah mereka. Alasannya karena nanti baknya penuh oleh sampah orang lain yang kebetulan lewat (passers by).

Nah jadi rekan-rekan , salah satu cara mengurangi kekotoran kota Bandung kita adalah cobalah untuk membuang bungkus sisa makanan/jajanan atau benda apapun/ packingan minuman, tusukan, sisa makanan es krim, atau benda plastik lainnya di tempat sampah. Kalaupun anda sedang berjalan-jalan santai dengan teman, keluarga, carilah tempat sampah. Kalau tidak ada tempat sampah di sekitar anda simpanlah sampah itu dalam tas sampai anda temukan tempat sampah.

Saya sendiri punya kisah yang cukup menarik untuk saya.

Saya orangnya suka makan kalau di jalan sepanjang jalan pulang kerja. Saya selalu berangkat dan pulang kerja naik angkutan umum. Jarang sekali saya naik kendaraan pribadi (kepunyaan kakak yang kebetulan datang berkunjung).

Bila makanan atau minuman saya habis dan makanan itu berbungkus saya selalu menyimpan bungkusnya di dalam tas. Orang-orang/penumpang lain sering heran memperhatikan perbuatan saya. Bayangkan masak bungkus permen satu biji aja dimasukkan ke dalam saku tas atau baju? Itu komentar mereka. Saya jawab,”Daripada dibuang di jalan atau di dalam angkutan kota kan jadi membuat kotor jalan dan angkutan kota yang kita tumpangi. Kalau angkot kotor kan kita sendiri suka jadi malas untuk naiknya. ”

Mereka hanya bilang , “O, iya ya.”

Dengan sikapp ini sebenarnya saya hanya mencoba memberi contoh pada warga Bandung untuk bagaimana menjaga kebersihan kota.

Nah bagaiman dengan rekan-rekan ? Siap tidak untuk membuang sampah di tempat sampah kapanpun dan dimanapun Anda berada?

AYOOO….kita mulai dari sekarang! Start from now on!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: