Masihkah kau ada?

Kedua kakimu  menapak kokoh di pasir nan putih

kemilau cahaya mentari memantul di laut biru

deburnya ombak menyapa jari-jari kakimu

kadang dia lembut kadang dia terasa keras

menggoyahkan tempat kau berpijak

Kau tetap tegar, tak oleng dibuatnya

Angin membelai lembut kulitmu

Menyapa ramah helaian bajumu

Namun angin pun terkadang menegur mu

dengan deru desing di telingamu

Kau berusaha tetap tegak berdiri

Di sana ..

memandang laut nan biru

Yang menjanjikan harapan nan indah

Wahai kawan

Sampai kapankah kau akan terus berdiri di situ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: