LIBUR DI AWAL RAMADHAN

Hari pertama shaum di bulan suci ramadhan.

Sebagai seorang pegawai yang bekerja di sekolah formal, maka, seperti biasa , seperti tahun-tahun yang lalu aku mendapatkan libur di awal Ramadhan. Ada seorang rekan di milis yang menyampaikan uneg-unge, misuh-misuh, mengatakan sekolah mengajarkan murid untuk malas karena memberikan terlalu banyak libur selama bulan suci Ramadhan dan itu berarti tidak melatih siswa menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, dimana tak dikenal libur awal puasa, pesantren kilat dan libur menjelang serta sesudah Idul Fitri. .

Ada benarnya juga dia mengatakan, kami memberikan banyak sekali libur di bulan suci Ramadhan. Hal ini bukan berarti kami mengajarkan kemalasan, kami tetap menuntut siswa belajar di rumah, karena nantinya tak lama setelah lebaran Idul Fitri kami akan  memberikan ulangan tengah semester, dan kami memberikan tugas mandiri yang harus diselesaikan murid dan diserahkan pada saat masuk setelah libur Idul Fitri. Inilah yang menjadi tantangan bagi siswa-siswi kami. Sementara mereka berharap dalam libur mereka bisa terbebas dari kewajiban mengingat materi pelajaran ternyata malah diwajibkan membuat tugas mandiri.

Mungkin ada orang tua atau orang-orang lain yang mengatakan selama libur siswa tidak boleh dibebani dengan tugas mandiri. Biarkan mereka mengistirahatkan benak mereka dari kejenuhan belajar.  Namun tugas yang kami berikan tidak benar-benar merupakan pembelajaran materi yang telah atau akan dipelajari setelah liburan. Tugas yang kami berikan biasanya merupakan bentuk laporan tentang kegiatan selama libur lebaran.

Sebagai guru bahasa Inggris, saya meminta mereka menyusun karangan pendek saja tentnag kegiatan mereka satu hari menjelang lebaran idul Fitri. Mereka harus menceritakan misalnya, berapa banyak ketupat yang mereka buat, untuk berapa orang sehingga kira-kira satu orang akan mendapat berapa ketupat. Atau, bila mereka bepergian pada hari itu, berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk transport, berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk melakukan kegiatan tersebut, bila mereka berjalan kaki hitunglah berapa langkah yang mereka lakukan, buatlah denah perjalanan mereka. Setiap kata yang mereka tuliskan harus dalam Bahasa Inggris.  Jumlah kata yang harus dipakai dalam laporan tersebut minimal sebanyak 150.

Mungkin saja ada siswa yang mengelak, menolak melakukan tugas tersebut, namun saya sudah siap dengan tugas pengganti, yang tentu saja harus lebih berat daripada tugas utama. Mengapa lebih berat? mengapa tidak memberikan tugas yang sama bobotnya? Siswa yang menolak mengumpulkan tugas di hari pertama atau ke dua setelah libur Idul Fitri berarti mereka tidak mau berusaha. Saya tidak menekankan penilaian pada isi dari laporan tersebut, grammar maupun kosa kata yang mereka gunakan. Yang paling penting bagi saya adalah kemauan mereka untuk berusaha. Tugas tersebut tidak boleh ada yang serupa apalagi sama persis. 

Wah… jadi ga sabar nih, nunggu hasil kerja siswa selama libur Idul Fitri.

Mudah-mudahan semua siswaku mengerjakannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: